Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Bidang Pendidikan

Hai teman-teman! Berjumpa lagi dengan saya. Di kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai dampak positif TIK dalam bidang pendidikan. Saya ingin bertanya sedikit nih sama kalian. Jika teman-teman mendapat tugas sekolah, biasanya kalian akan mengakses internet/google untuk mencari jawabannya bukan? Jika Iya, perlu kalian ketahui bahwa Itu merupakan salah satu contoh dampak positif TIK dalam bidang pendidikan lho. Jika kalian ingin tahu dampak positif lainnya. Silahkan ikuti pembahasan berikut ini.

Dampak Positif TIK Dalam Bidang Pendidikan

  • Informasi mengenai pendidikan yang diperlukan dapat diakses secara cepat dan mudah melalui media TIK.
  • Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan adanya sistem pembelajaran yang berbasis pada teleconference dimana pendidik dan peserta didik tidak diharuskan berada dalam satu ruangan untuk saling berinteraksi.
  • Dengan menerapkan kemajuan TIK, sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan menjadi lebih mudah dan lancar.
  • Media massa menjadi pusat pendidikan dan sumber informasi.
  • Dengan adanya kemajuan TIK memungkinkan adanya sistem pembelajaran tanpa harus bertatap muka antara guru dengan siswa.
  • Dengan memanfaatkan kemajuan TIK, Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) semakin meningkat.
  • Dapat saling berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang ada di internet dapat dimanfaatkan oleh orang lain dimanapun dan kapanpun dengan mudah dan cepat.
  • Dapat melakukan konsultasi dengan para pakar ahli sesuai dengan bidnagnya meskipun berada di tempat yang jauh.
  • Adanya perpustakaan online memudahkan kita dalam mencari berbagai referensi keilmuan.
  • Dapat melakukan diskusi dengan seseorang tanpa harus bertatap muka secara langsung, dimana diskusi ini memanfaatkan internet sebagai perantara atau media. Diskusi semacam itu disebut diskusi online.
  • Adanya kelas Online. Kelas online ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bisa bertatap muka secara langsung dalam kegiatan pembelajaran atau dengan kata lain kelas online dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga atau instansi-instansi pendidikan jarak jauh seperti halnya universitas dan sekolah terbuka.
  • Kemajuan TIK dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai mata pelajaran yang lain di sekolah. Adanya aplikasi pengolah angka pada komputer dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbagai pemodelan matematika ditambah lagi dengan adanya aplikasi pengolah kata dapat membantu siswa untuk berkreasi menulis dan mengarang dan ada pula aplikasi-aplikasi lain yang menunjang mata pelajaran lain di sekolah.
  • Adanya berbagai aplikasi pada komputer semakin meningkatkan daya kreatifitas seorang anak untuk berkarya dan mengungkapkan gagasannya.
  • Kemajuan TIK mampu mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seorang anak. Tingkat percaya diri anak yang terbiasa mengakses komputer di rumah berbeda dengan anak yang tidak terbiasa mengakses komputer di rumah. Hal itu terlihat pada saat mereka mengakses komputer di luar rumah seperti di sekolah.

Sekian pembahasan kali ini teman. Jika ada kesalahan kata baik yang disengaja mapun tidak disengaja, saya mohon maaf. Sampai bertemu di pembahasan yang lain teman-teman.

Bagi sahabat seputar IT yang ingin mencari tahu tentang tutorial belajar internet dan computer tidak perlu bingung harus mengunjungi website apa yang tepat. Kunjungi saja link berikut Seputar IT.

Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Bidang Pendidikan

Terima kasih atas kunjungannya semoga bermanfaat dan bisa membantu!

Advertisements

Biografi Onno W Purbo

Onno W Purbo. Lahir 17 Agustus 1962. Ayah Onno,Hasan Poerbo, adalah seorang profesor di ITB bidang lingkungan hidup yang banyak memihak pada rakyat kecil. Onno masuk ITB pada jurusan Teknik Elektro angkatan 1981. Setelah lulus dari ITB, meneruskan studinya ke Canada. Mendapatan gelar M.Eng dari McMaster University dalam bidang laser semikonduktor dan fiber optik. Dan PhD dari Waterloo University, Canada, dalam bidang Silicon Device dan Integrated Circuit. Mantan PNS dan Dosen jurusan teknik elektro ITB.

Saat ini sebagai penulis bebas dimana ratusan tulisan-tulisannya telah menghiasi berbagai media massa, majalah, seminar, workshop dan konferensi nasional maupun internasional. Juga aktif memberikan tutorial ke berbagai universitas dan pendidikan tinggi dalam tema Linux, Wireless LAN, dan VOIP.

Enam tahun kemudian Onno lulus dengan predikat wisudawan terbaik. Setelah itu Onno melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAU-ME. RT/RW-Net adalah salah satu dari sekian banyak gagasan yang Onno lontarkan yang mengukir Sejarah Internet Indonesia.

Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi di berbagai media, seminar, konferensi nasional maupun internasional terutama untuk memberdayakan masyarakat Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan. Lebih dari 161 kota besar di 33 negara di kunjungi dalam perjalanan hidup-nya. Onno percaya filosofy copyleft, banyak tulisannya dipublikasi secara gratis di internet.

Pendidikan Onno W Purbo

# 1987 S1 Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Elektro. Judul tugas akhir “Perancangan dan implementasi rangkaian RS232C 8 kanal dan program untuk praktikum” di bawah bimbingan Prof. DR. Samaun Samadikun dan DR. Adang Suwandi

# 1989 S2 (M.Eng) McMaster University, Kanada – Semikonduktor Laser. Judul thesis “Numerical models for degenerate and heterostructure semiconductor diodes” di bawah bimbingan Prof. DR. D.T.Cassidy dan Prof. DR. S.H. Chisholm.

# 1993 S3 (Ph.D) Universitas Waterloo, Kanada – Teknologi Rangkaian Terintegrasi untuk Satelit. Judul thesis “Studies on Polysilicon Emitter Transistors made on Zone-Melting-Recrystallized Silicon-on-Insulator” di bawah bimbingan Prof. DR. C.R. Selvakumar

Penghargaan Onno W Purbo

Menerima beberapa penghargaan / pengakuan tingkat nasional dan internasional, seperti

* 1987, Lulusan Terbaik, Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung.

* 1992, Masuk dalam buku “American Men and Women of Science”, R.R.Bowker, New York (Amerika Serikat).

* 1994, Profil Peneliti, KOMPAS 26 Desember 1994.

* 1996, Menerima “Adhicipta Rekayasa”, dari Persatuan Insinyur Indonesia.

* 1997, Menerima “ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award”, dari ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO)

* 2000, Masuk dalam buku “Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global”, Editor Ninok Leksono, KOMPAS.

* 2000, Award for Indonesian Internet Figure, KADIN Telematika Award.

* 2002, Eisenhower Fellow, dari Eisenhower Fellowship (Amerika Serikat).

* 2003, Sabbatical Award, dari International Development Research Center (IDRC) (Kanada).

* 2005, Ashoka Senior Fellow, dari Ashoka (Amerika Serikat).

* 2008, Menerima “Gadget Award Exclusive Appreciation”, dari Majalah Gadget.

* 2008, Menerima “IGOS Summit 2 Award”, dari MENKOMINFO “Atas Semangat dan Perjuangan menyebarluaskan pemanfaatan Open Source di Indonesia”.

* 2008, Masuk dalam buku “Indonesia 100 Innovators”, Business Innovation Center.

* 2008, Menerima Gelar ” Pahlawan Generasi Masa Kini” dari Modernisator.

* 2009, Indigo Fellow: Digital Community Fellow, dari PT. Telekomunikasi Indonesia.

* 2009, Anugrah “TIRTO ADHI SOERJO” kategori Pelopor / Pemulai, dari [I:BOEKOE] http://indonesiabuku.com/

* 2009, Anugrah “Competency Award 2009” dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

* 2010, Anugrah “Tasrif Award” dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Continue reading

MIFTA katakan TIK alat strategis bangsa

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Bidang Technopreuner Muslim Information Technology Association (MIFTA) Deddy Rahman mengatakan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan alat strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa.

“Potensi sumber daya manusia yang besar merupakan modal dasar untuk membangun kekuatan TIK nasional, sudah saatnya Indonesia dipandang terhormat oleh bangsa lain melalui bidang TIK,” ujar Deddy di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara kepulauan, dan sangat memerlukan TIK yang handal serta terencana baik.

Di samping itu, Indonesia juga mempunyai jumlah penduduk besar, maka mempunyai TIK yang besar pula.

“Oleh karenanya, kami memandang kriteria pemilihan Menkominfo akan menjadi faktor dalam mempercepat pencapaian solusi TIK nasional,” jelas dia.

Beberapa unsur yang perlu diwujudkan dalam menjadikan TIK sebagai alat daya ungkit bangsa.

“Keberpihakan dan perhatian pemerintah untuk bidang TIK yang efektif dan menjadi prioritas utama.”

“Saat ini, arah perkembangan TIK Indonesia sangat bergantung dan didominasi vendor asing. Untuk itu diperlukan “roadmap” bersama yang dapat menjembatani tercapainya kemandirian TIK nasional,” terang dia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah diharapkan dapat memberikan komitmen untuk meningkatkan kompetensi dan keprofesian sumber daya manusia, meningkatkan kerja sama lintas sektoral, mempercepat pembangunan infrastruktur TIK, mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya industri TIK.