PMI Majalengka

Penderita DBD Meningkat, Stok Darah di Majalengka Keteteran

MAJALENGKA,(KC).-

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka mengaku kewalahan memenuhui kebutuhan darah saat ini. Hal itu disebabkan melonjaknya jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Majalengka.

Meningkatnya penderita DBD berpengaruh pada meningkatnya jumlah permintaan trombosit. Namun permintaan itu, tak sebanding dengan stok darah yang dimiliki PMI.

“Stok darah untuk semua golongan saat ini semakin menipis. Kekurangan trombosit semua golongan ini disebabkan banyaknya permintaan trombosit,”kata kasi pelayanan pelestarian donor darah PMI Kabupaten Majalengka, Rahmat.

Menurut dia, setiap bulannya dibutuhkan hingga 1.500 labu darah sedangkan PMI hanya mampu menyediakan 1.000 labu darah. Sisanya PMI harus mencari ke luar daerah.

Menurut dia, memasuki Desember hingga Maret permintaan darah dan trombosit selalu meningkat, itu terjadi diluar pasien yang rutin melakukan cuci darah.

“Kami dari PMI Majalengka belum mampu menyediakan trombosit, karena mahalnya peralatan yang harus dibeli. Sehingga pasien yang butuh trombosit terpaksa harus mencari ke luar daerah seperti Cirebon,”jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dr H.Gandana Purwana didampingi Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Tris Suseno

mengatakan selama kurun waktu satu bulan terakhir ini ada 50 kasus DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit yang mayoritas anak-anak. Jumlah itu mengalami kenaikan jika dibandingkan pada tahun lalu di bulan yang sama.

Guna mengantisipasi itu, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam rangka menekan angka kesakitan yang disebabkan karena penyakit DBD di antaranya melakukan berbagi kegiatan secara berkala seperti pemantauan jentik, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkelanjutan, melakukan batenisasi dan melaksanakan fogging sebagai langkah akhir memutus mata rantai penularan melalui Puskesmas se-Kabupaten Majalengka.

Tris Suseno menambahkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka sudah mengeluarkan surat instruksi bupati agar seluruh masyarakat berupaya meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M plus mencegah gigitan nyamuk.

Termasuk melaksanakan prilaku hidup bersih, mengaktifkan kembali kelompok kerja operasionel pengendalian DBD di berbagai tingkatan serta pemberian bubuk abate kepada masyarakat yang wilayahnya dianggap endemis DBD.

“Fooging itu bukan solusi terbaik dalam mencegah penularan DBD, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentiknya tetap hidup bila sarangnya tidak dibersihkan,”katanya.

Meski demikian pihaknya berupaya memenuhi keinginan masyarakat yang meminta agar dilaksanakan fogging.

Melihat kondisi seperti ini, pihaknya kepada seluruh warga Kabupaten Majalengka agar membudayakan hidup bersih dan sehat secara rutin di lingkungannya masing-masing, terutama di tempat umum guna menekan dan menghindari terjangkitnya penyakit DBD.”Ingat, surga di telapak kaki ibu, bersih di telapak tangan kita,”katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s